Puisi “Senja dalam Balutan Jagad Peristiwa”

Assalamualaikum teman teman😊

Kali ini saya dapat kirimin puisi dari teteh-teteh yang berideologis tinggi. Mereka menyatukan pikirannya sehingga terbuatlah puisi yang indah nan luar biasa ini.

Judul: Senja dalam balutan jagad peristiwa
Karya: Ratnadila,Nai, dkk

Senja membisu menyaksikan drama anak negeri yang kian hari kian berganti.
Berbangga diri pada perababan yang jauh dari kata islami.

Sorak riuh pemuda-pemudi bergantian menyanyikan lantunan semu tanpa arti, lengkap dengan pakaian lusuh yang kadang berduri dianggap sebagai busana trendi masa kini

Miris, inilah realitas generasi yang di pertontonkan zaman.

Pilu semakin mengharu, sedih yang tak menemukan titik temu.
Membuatku rindu, rindu pada generasi yang dulu

Masih segar dalam ingatan tentang sosok generasi yang katanya tonggak perubahan, mengisi setiap harinya dengan langkah2 penuh iman.

Sadarku terperanjat
Sedang aku berleha di kursi tua menghadap layar bergambar.
Bagaimana bisa fenerasi shaleh yang terdidik lahir dari ibu seperti ini?
Bagaimana bisa generasu shalih penuh bakti pun lahir dari ibu seperti ini?

Maka inilah yang diungkap dalam bait syairnya.
Al ummu madrasatu idza a’adadtahaa, a’adadati sya’aban thayyiban i’raqi.
Ibu adalah madrasah, berarti kamu menyiapkan lahirnya sebuah masyrkat yg baik budi pekertinya.

Kini kuhujam dalam hati
Ku azzam dalam diri agar aku bisa menjadi calon ibu dari para ulama yg cerdas seperti syafii, yang penuh adab seperti maliki.

Bukhari yang dengan rincian ketelitiannya menghimpun hadits dari ribuan jalur dan jarak yang tak sedikit ditempuh

Hasan al bashri melegenda dengan kezuhudannya

Ibnu taimiyah yang menjadi simbol keteguhan pada garis-garis ketakwaan yang dimilikinya,

Serta sederet nama-nama lainnya yang membawa ummat pada kedinamisan dalam berpikir namun tetap kokoh dalam imannya.

Jika sebegitu mulianya mereka, tentu lebih mulia lagi para ibunda yang melahirkan dan dengan tulus memberikan pendidikan terbaiknya demi menyinari ummat ini dengan gemerlap cahaya ilmu dan takwa dalam balutan keimanan

Aaliyah binti Shurayk,
Fatimah binti Ubaidillah,
Khairah,
Masih banyak nama-nama ibunda para ulama yang belum kita kenal, tapi mari berusaha mengenal jekak-jejaknya yang terhimpun dalam kemuliaan asa dan cinta pada anandanya

Bisakah hari ini kita menemui sosok ibunda seperti mereka?
Allah, izinkan kami bertemu dengannya jika hari ini ia masih ada
Akan kami isi semua bejana dengan ilmu darinya, ibunda para ulama
Namun, jika memang sudah tidak ada lagi, izinkan kami menjadi bagian dari mereka yang sedang belajar untuk mempersiapkan diri menjadi ibunda ummat, menyiapkan generasi untuk kemenangan Islam nan hakiki

Semoga bermanfaat😊

Time Will Never be Break

Assalamualaikum…
Kali ini saya akan berbagi sedikit ilmu yang saya dapat saat saya mengikuti sebuah kajian. Disini kita akan sama sama intropeksi diri dan jadikan ini sebagai self reminder yaa…

Time Will Never be Break
Waktu adalah sesuatu yang tidak akan pernah kembali. Karena itu sebagai ramaja muslim kita harus sebisa mungkin memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.
Sayangnyaa saat ini banyak remaja yang terbawa arus globalisasi. Mereka lebih senang berkumpul dengan teman dibanding keluarga,mereka lebih senang mengisi waktunya dengan ngkrong dibanding mengikuti kajian dan mereka lebih senang dengan sebutan anak zaman now dibanding remaja muslim.
Mereka berlomba lomba dalam hal fashion tapi tidak dengan prestasi. Mereka berbondong bondong masuk ke caffe tapi tidak dengan masuk mesjid. Dan mereka lebih bangga ngDj dari pada ngaji.
Mengapa ini semua terjadi??
Ada 3 faktor yaitu:
1. Faktor keluarga
-orang tua yang sibuk
– kurangnya perhatian yang menyebabkan anak
merasa bebas.
– kurangnya kasih sayang
2. Faktor Lingkungan
-Sekolah
Institusi pendidikan tidak bisa menjalankan fungsinya. Sekedar mencetak manusia berpengetahuan dalam ukuran angka.
Kurikulum pendidikan yang ada kurang dari niali ketaatan dan keimanan.
Tidak mampu membentuk manusia berkepribadian utuh.
– Masyarakat
Semakin bebasnya pergaulan
Acara tv turut memegang peranan, tayangan yang menyerukan kebebasan sehingga mempengaruhi prilaku remaja karena meniru.
-Negara
Kurangnya perhatian negara akan ketakwaan remaja saat ini.
Lantas bagaimana mengatasi hal itu???
1. Awali langkah dengan niat dan semangat full karena allah.
2. Always do the best
3. Selalu mendekatkan diri kepada Allah
4. Cintai ilmu
5. Jadikan ilmu yang di dapat bermanfaat
6. Patuh dan sayang sama orang tua
7. Berkumpul dengan orang-orang sholih sholihah
8. Jadi pionir dalam ibadah dan kebaikan
9. Tampil keren dengan kepribadian islam
10. Upgrade diri dengan multi kemampuan
Jika kita mencoba melakukan hal diatas insya allah kita akan bisa memanfaatkan waktu kita dengan baik.
Kita sama sama memperbaiki diri ya teman teman…

Semoga bermanfaat 😊

Puisi “Keresahan dalam Harapan”

Assalamualaikum teman teman..
Dipostingan kali ini saya akan berbagi sebuah puisi yang berjudul…

Keresahan dalam Harapan

Benciku,
Akan raga ini yang rapuh
Batin yang selalu mengeluh
Jiwa yang kian menjauh

Khawatirku,
Ketika mulai meretak
Sedih melarut dalam benak
Lupa akan kasih sayangNya

Takutku,
Sesal dalam gelap malam
Resah jiwa penuh noda
Takut akan murkaNya

Tenangku,
Aku percaya akan ke EsaanNya
Aku percaya akan kasih sayangNya
Aku percaya akan pengampunanNya

Harapku,
Raga ini kuat akan kesucian ayatNya
Batin ini teguh akan AsmaNya
Jiwa ini dekat dengan RahmanNya

Semoga bermanfaat😊