Cinta dan Kopi

kata mutiara tentang kopi bijak dan cinta

Bicara cinta memang tidak akan ada habisnya. Setiap insan pasti mendambakan cinta yang penuh dengan kebahagiaan. Seiring dewasanya seseorang, mereka akan mulai untuk mencari cinta sejati dimana tidak lagi sekedar mengumbar kata cinta melainkan komitmen. Sayangnya, untuk mencari cinta sejati ini terkadang kita perlu melalui kisah cinta yang memilukan sebelum akhirnya bersatu dengan teman hidup yang memang ditakdirkan untuk kita. Sama halnya seperti minum kopi, untuk merasakan nikmatnya kopi kita harus berani untuk menelan rasa pahitnya terlebih dahulu. kata mutiara tentang kopi ini sama persis halnya dengan cinta dimana jika kita ingin menjalin hubungan yang bahagia, kita harus berani menerima resikonya baik resiko terburuk sekalipun. Kehidupan cinta setiap orang tentu berbeda. Ada yang bertemu sekali dan menikah, ada yang harus mencoba menjalin hubungan baru untuk sekian kalinya, dan ada juga yang bertemu di saat yang tidak terduga dan tidak diharapkan.

kata mutiara tentang kopi bijak dan cinta

Pasangan hidup tidak akan bisa ditebak. Entah siapa orangnya, entah bagaimana kita akan bertemu dan kapan pertemuan itu akan terjadi. Hanya saja, kita bisa menentukan apakah orang itu memang layak diperjuangkan atau tidak. Pasalnya dalam percintaan, banyak orang yang sulit untuk mengontrol perasaan dan logika mereka untuk sejalan. Bagi mereka yang sangat mendambakan cinta, pasti akan melupakan logikanya. Tak heran jika banyak orang yang berusaha untuk memberikan yang terbaik, menjadi yang terbaik untuk bisa merasa pantas dicintai oleh orang yang disayang. Padahal, sama dengan halnya kopi. Kopi yang pait akan selalu menemukan penikmatnya. Kata kata bijak tentang kopi ini mengajarkan kita tentang satu hal. Apa adanya. Sekalipun kita tidak sempurna dan memiliki sisi gelap tersendiri, tetapi pasti akan ada 1 orang yang tepat nantinya yang akan menerima kita apa adanya.

Mengusahakan yang terbaik dalam cinta bukanlah hal yang salah. Yang salah adalah saat kita hanya terfokus untuk menjadi yang terbaik bagi orang lain tanpa mencintai diri kita sendiri terlebih dahulu. Hubungan yang baik adalah dimana 2 orang saling berjuang untuk bertahan dalam menjalani hubungan itu. Jika hanya satu orang yang berjuang keras dalam sebuah hubungan, bukan hal yang tidak mungkin jika hubungan itu pasti akan berakhir tidak baik. Sama seperti kopi, terlalu banyak gula juga akan merusak rasa asli kopi itu. Cinta pun juga sama. Terlalu banyak mengumbar kasih sayang juga tidak akan menjamin hubungan itu akan berjalan baik-baik saja. Yang terjadi hanyalah, kita hanya akan semakin kehilangan diri kita sendiri karena sibuk membahagiakan orang lain. Itulah mengapa, jika kita ingin menjalin hubungan yang sehat dan serius, cinta itu adalah soal saling memberi. Memberi perhatian, kasih sayang, dan kepedulian dengan jumlah yang sama. Mencintai bukan perihal siapa yang paling cinta, siapa yang paling berjuang melainkan bagaimana dua orang saling berkomitmen untuk bertahan terlepas dari baik dan buruk. Ingatlah, kopi tetap dicintai tanpa menyembunyikan pahitnya diri.